Menikmati Hidup dengan Buku

Bagi para pecinta buku, melihat koleksi buku/majalah tertata rapi dan dalam kondisi yang masih bagus tentu menimbulkan kepuasan tersendiri. Berdasarkan pengalaman pribadi, ada beberapa tips yang dapat dilakukan yaitu :

1. Majalah diurutkan dan dijilid (hard cover supaya kokoh)

2. Buku yang ukurannya besar juga dijilid ulang agar kokoh

3. Setiap koleksi disampul mika (jangan menggunakan plastik karena akan melekat satu dengan yang lain)

4.Buku/majalah ditata dalam rak/almari dan diberi kamper

5. Jauhkan dari lantai untuk menghindari kelembaban

6. Untuk ruang yang sempit dapat dibuatkan rak yang menempel pada dinding dengan memberi jarak dan sekat antara rak dan dinding

7. Secara periodik koleksi buku dibuka-buka ulang agar tidak lembab

8. Berikan pencahayaan yang cukup pada ruang koleksi

9. Jauhkan makanan/minuman dari koleksi (juga pada saat membaca, usahakan tidak sambil makan/minum, selain berkemungkinan mengotori juga dapat menimbulkan bau)

10. Gunakan pembatas buku untuk menandai halaman tertentu atau kertas post it.

Semoga tips di atas dapat bermanfaat

Tersedia berbagai komik (SERIAL CANTIK) :

Rp. 11.800,- s/d Rp. 13.800,-  ??????

tidak perlu semahal itu, cukup dengan harga Rp. 7.500 ,- / judul

TERTARIK ???

hubungi kami segera karena persediaan terbatas


Tak perlu jadi pakar keuangan atau akuntan dulu untuk bisa mengelola uang. Anda pun bisa. Bahkan lebih oke!

Berpenghasilan sendiri atau tidak, sejumlah uang yang Anda terima setiap bulan harus dikelola dengan bijak. Sikap bijak seperti apa yang tepat? Tujuh kiat berikut membantu Anda mengelola keuangan keluarga lebih cermat.

Aktif dalam setiap keputusan keuangan keluarga

Sebagian besar perempuan bertanggung jawab atas keuangan rumah tangganya. Sayang, kebanyakan mereka justru bukan pengambil keputusan dalam memilih jenis investasi, dana hari tua, dan memilih asuransi. Para ibu sesungguhnya dapat berperan aktif dalam setiap keputusan berkaitan dengan keuangan keluarga.

Kalaupun para ibu tetap bukan pengambil keputusan, mereka dapat mengkomunikasikan jalan keluar untuk setiap masalah keuangan dengan pasangan. Ibu dapat mengajukan saran atau ide tentang rencana keuangan masa depan yang berkaitan dengan pendidikan anak, asuransi, dana hari tua, atau kebijakan baru tentang tabungan untuk berlibur. Yang penting, ibu tidak pasif. (Foto 01)

Cari tahu tentang investasi

Ketakutan perempuan melakukan investasi, dua kali lebih besar dari pria. Demikian hasil survei Charles Schwab Corporation Foundation di San Francisco , Amerika Serikat. Perempuan umumnya kurang percaya diri memilih cara investasi yang menguntungkan. Mempelajari berbagai cara investasi lebih mudah daripada hanya membayangkannya.
Sekarang ini ada berbagai workshop , seminar dan bacaan tentang cara berinvestasi yang mudah dan menguntungkan. Tersedia pula rubrik tanya-jawab tentang investasi di media massa yang dapat ibu manfaatkan. Mempelajari cara-cara investasi tidaklah menyita waktu. Asalkan Anda serius menyimak, pengetahuan soal investasi akan Anda dapatkan. (Foto 02)

Menghemat untuk menabung

Untuk mulai menabung, lakukan inventarisasi kebutuhan barang-barang untuk memudahkan pekerjaan. Misalnya, mesin cuci dan mobil sudah Anda miliki, maka mulailah memperhatikan kebutuhan lain yang lebih kecil. Contohnya, tape recorder, televisi atau microwave .

Bila semua kebutuhan peralatan penting sudah terpenuhi, Anda dapat mulai menabung. Menabung dapat dimulai dengan melakukan penghematan di beberapa pos pengeluaran. Mendekorasi ulang rumah, misalnya, tak perlu dilakukan setiap tahun. Dengan begitu anggaran tersebut bisa Anda tabung.

Menghemat penggunaan listrik, air, telepon dan internet pun bisa Anda lakukan. Bila Anda dapat menghemat sebesar Rp. 50.000,- setiap bulan dan ditabung, dalam satu tahun Anda memperoleh Rp. 600.000,- Duapuluh tahun kemudian, jumlahnya tidaklah sedikit. Cobalah menabung mulai sekarang! (Foto 03).

Memikirkan biaya hidup hari tua

Kini tingginya harapan hidup memungkinkan manusia hidup hingga usia lanjut. Bila saat ini Anda berusia 25 tahun, Anda punya usia produktif berpenghasilan selama 25 tahun. Setelah pensiun, dari mana biaya hidup Anda peroleh? Tentu Anda tak ingin mengalami kesulitan keuangan di masa tua. Anda tidak dianjurkan menggunakan dana pendidikan yang Anda alokasikan untuk anak menjadi biaya hidup Anda di hari tua.

Bila Anda punya pekerjaan tetap yang memberi dana pensiun, mulailah menghitung besarnya dana pensiun yang akan Anda peroleh kelak. Bila yang Anda peroleh tidak mencukupi kebutuhan Anda, mulailah menyisihkan dana untuk hari tua.

Hindari berhutang

Tidak sedikit keluarga membayar pengeluaran yang cukup besar menggunakan kartu kredit. Sayangnya, kebanyakan orang senang mengandalkan kartu kredit untuk membeli apa saja, termasuk hal-hal kecil yang tak pernah Anda rencanakan. Misalnya, membeli kado ulang tahun teman. Akibatnya, keinginan membeli sesuatu menggunakan kartu kredit seringkali lepas kendali. ‘Kejutan’ tak menyenangkan Anda dapati saat membayar tagihan yang, bisa saja, besarnya melebihi saldo rekening Anda.

Sebisa mungkin hindari berhutang. Pastikan penggunaan kartu kredit hanya untuk hal-hal yang sudah ada dana yang Anda alokasikan. Misalnya, membayar perawatan rumah sakit atau membayar biaya menginap di hotel saat berlibur. Rencanakan dengan teliti setiap keputusan untuk membeli sesuatu, dan kendalikan penggunaan kartu kredit Anda. Mengendalikan penggunaan kartu kredit dapat dilakukan dengan cara tidak mengubah keinginan menjadi kebutuhan. Dengan begitu Anda tak perlu tiba-tiba merasa perlu belanja. (FOTO 04).

Jangan lupa asuransi

Berpikir soal asuransi jiwa memang bukan perkara mudah. Saat memikirkan asuransi ini, bisa jadi Anda merasa membicarakan kematian Anda dan pasangan. Selain itu, Anda mungkin juga berpikir soal untung-rugi punya asuransi, karena ada kemungkinan hilangnya sejumlah uang yang Anda setor bila hingga jatuh tempo, Anda atau pasangan belum meninggal.

Terlepas dari soal itu, tak ada salahnya Anda memikirkan asuransi jiwa, terutama bila Anda punya keturunan. Bicarakan dengan pasangan, asuransi apa yang ingin Anda dan pasangan miliki. Berapa besarnya pertanggungan tentu sangat tergantung pada besarnya penghasilan setelah dikurangi berbagai kebutuhan.

Melibatkan anak bicara soal uang

Membicarakan masalah keuangan dengan anak bukan hal tabu. Anak-anak usia 5 atau 6 hingga 8 tahun sudah bisa diajak bicara soal uang. Di usia ini mereka sangat berminat terhadap uang karena merasa sudah besar. Mengajak anak bicara soal uang bertujuan agar ia paham bahwa uang tidak datang secara tiba-tiba atau tumbuh dari pohon, sehingga anak tak memperlakukan Anda seperti ATM. Dengan demikian ia tidak sewaktu-waktu minta sesuatu pada Anda, atau mengambil sisa uang belanja sesuka hati. Anda pun dapat menekan pengeluaran yang tidak perlu.

Anda dapat mengkomunikasikan berapa besar uang sekolah, berapa besarnya biaya antar-jemput dan uang sakunya selama satu bulan kepada anak. Anda tak perlu pura-pura punya uang yang takkan pernah habis. Malah Anda perlu jujur pada anak bahwa penghasilan Anda dan suami setelah digabung dipergunakan untuk membayar berbagai keperluan.

Mulai usia 6 tahun anak dapat diberi tanggung jawab untuk mengatur pengeluarannya sendiri. Misalnya, beri anak uang saku untuk tiga hari, kemudian minta anak mengelola sendiri uangnya. Kegiatan ini membuat si kecil paham bahwa seberapa pun besarnya uang, harus ia atur penggunaannya.

sumber : http://www.ayahbunda-online.com/info_ayahbunda/info_detail.asp?id=Keluarga&info_id=139

Bacaan yang menarik bagi para remaja. Bagi anda yang sudah terbiasa membaca buku petualangan karangan Enid Blyton maka buku karangan John Bibee ini juga tidak kalah serunya.

Tersedia beberapa judul :

1. Misteri Jam Warisan

2. Misteri Ngarai Tersembunyi

3. Misteri di Jembatan TUa

4. Misteri Lenyapnya Sebuah Goa

5. Misteri Pencurian di Kampus

Harga @ Rp. 11.500,-

Titus, Timothy dan Sarah Jane merupakan tiga anak berusia 10 tahun yang membentuk Klub Detektif T2S.

Mereka Terlibat dalam banyak kasus misterius.

Bacaan yang menarik dan mendidik bagi anak-anak maupun remaja. Sangat sesuai untuk mengasah imajinasi dan pemecahan masalah.

Tersedia dalam beberapa judul :

1. Misteri Gajah Putih

2. Misteri Bulu Elang

3. Misteri Pin Yang Berkelana

4. Misteri Angsa Konyol

5. Misteri Malaikat Menari

6. Misteri Hadiah Orang Majus

7. Misteri Mercusuar Berhantu

8. Misteri Pesan Pengembara

9. Misteri Tumah Roti Jahe

10. Misteri Rahasia Ular Piton

11. Misteri Badut Gadungan

12. Misteri Detektif Lumba-lumba

13. Misteri Rahasia Lebah Madu

14. Misteri Bulbul Bisu

Spesifikasi  : Kertas HVS, tebal sekitar 80 halaman

Harga @ Rp. 8.500,- (persediaan terbatas)


Anda memiliki banyak koleksi buku dan majalah? Anda mulai kesulitan menemukan kembali buku atau majalah yang ingin anda baca? Anda menyadari bahwa koleksi buku dan majalah anda perlu disusun rapi, namun anda tidak tahu cara yang paling baik dan mudah? Berikut kiat-kiat yang perlu dilakukan untuk mengolah koleksi buku dan majalah menjadi sebuah perpustakaan pribadi yang sederhana dan menyenangkan.
Pengelompokan koleksiSelain koleksi yang perlu disusun, anda membutuhkan ruangan dan peralatan tertentu. Minimal sebuah rak buku yang diletakkan di tempat yang sejuk; jauh dari air dan sinar matahari langsung.Langkah pertama mengelola perpustakaan anda adalah mengelompokkan buku dan majalah yang dimiliki menurut subjek utamanya. Subjek utama tersebut bisa anda buat sendiri berdasarkan subjek-subjek yang anda minati atau pelajari, misalnya agama, sastra, psikologi dan sebagainya. Bila anda sudah tahu sistem klasifikasi yang ingin anda pakai, anda dapat menggunakan subjek tersebut, asal konsisten.Jika jumlah koleksi anda lebih dari 500 judul buku atau majalah dan mencakup banyak subjek, maka anda dapat menggunakan klasifikasi subjek standar yang digunakan oleh perpustakaan secara umum, misalnya sistem Dewey Decimal Classification.Rak koleksi harus diberi kertas label bertuliskan subjek-subjek yang anda pakai. Kemudian ambil buku satu per satu dan letakkan di rak yang sesuai dengan subjeknya. Untuk majalah, harus dikelompokkan sendiri karena biasanya majalah memiliki multi subjek dalam setiap terbitannya. Dengan ini, koleksi anda sudah tampak seperti sebuah perpustakaan sebenarnya meski hanya kumpulan buku.

Klasifikasi

Disebutkan bahwa koleksi dikelompokkan berdasarkan subjek. Tiap subjek diwakili oleh kode nomor yang disebut sebagai “nomor kelas”. Apabila klasifikasi dibuat sendiri, maka kode nomor ini dapat anda sesuaikan dengan kategori subjek yang ada. Daftar klasifikasi ini akan memudahkan anda dalam menentukan nomor kelas masing-masing buku, misalnya:
300. Perempuan dan Ekonomi
332. Perempuan dan Kerja
332.392. Perempuan Pekerja Rumah Tangga

Inventarisasi dan Pencatatan Data Koleksi

Langkah berikutnya, mencatat semua koleksi dalam buku induk. Ambil kembali buku yang sudah ditata di rak satu per satu. Mungkin saja letak buku yang sebelumnya anda susun secara sepintas akan berubah. Namun pergeseran itu tidak akan jauh karena buku-buku itu masih satu subjek.

Buku induk biasanya digunakan untuk masing-masing jenis pustaka secara terpisah, misalnya buku, video, kaset dan sebagainya. Untuk majalah tidak menggunakan buku induk, namun langsung dicatat dalam kardeks yang berfungsi sebagai katalog untuk menelusur.

Tiap buku memiliki nomor induk masing-masing meskipun punya judul yang sama. Nomor induk menggambarkan jumlah dan tanggal masuk buku, bukan berdasarkan judul. Buku induk dapat digunakan untuk keperluan statistik. Kapan pun anda dapat mengetahui jumlah koleksi yang ada di perpustakaan anda atau jumlah koleksi yang masuk dalam periode tertentu.

Buku induk hendaknya memuat informasi nomor induk, tanggal masuk koleksi, nama pengarang, judul, penerbit, tahun terbit, asal koleksi (beli, hadiah, foto kopi, atau tukar-menukar), harga, kolasi (jumlah halaman, lampiran), dan nomor panggil (kode yang mewakili koleksi tercatat di punggung buku, menunjukkan lokasi buku di jajaran koleksi di rak).

Pengisian buku induk sekaligus sebagai kegiatan pencatatan data bibliografis yang akan dituangkan dalam katalog. Setelah dimasukkan dalam buku induk, tulis nomor induk di tiap buku.
Pembuatan dan Penyusunan Katalog

Katalog berfungsi sebagai alat bantu dalam menelusur koleksi. Informasi yang termuat dalam katalog mewakili masing-masing buku. Katalog dapat dibuat berbasis teknologi yang menggunakan perangkat lunak khusus untuk pengelolaan perpustakaan atau dibuat secara manual dengan mengetik atau menulis tangan. Untuk satu judul buku, sebaiknya dibuatkan 3 katalog, yaitu katalog judul, pengarang dan subjek. Katalog kartu ini biasanya berukuran 7 x 10 cm, dibuat dengan kertas karton.

Penyusunan Koleksi di Rak

Setelah itu buatlah label nomor penyimpanan buku yang akan ditempelkan di punggung buku. Nomor penyimpanan terdiri atas nomor kelas, tiga huruf pertama merupakan nama belakang pengarang dan satu huruf pertama dari judul, misalnya untuk buku berjudul “Kekerasan dalam Rumah Tangga: Kasus Jakarta” tulisan Ratna Batara Munti.
342.61
MUN
k
Jika buku ditulis oleh dua atau tiga pengarang, maka pengarang pertama yang digunakan. Jika pengarang lebih dari tiga orang, maka dianggap tidak ada pengarang. Setelah nomor kelas, langsung dicantumkan satu huruf pertama judul.

Penyusunan buku di rak dilakukan berdasarkan nomor kelas, sedangkan untuk majalah disusun berdasarkan abjad judul. Dalam menyusun nomor kelas, urutan penyusunannya adalah berikut:
1. Urutan nomor kelas
2. Jika nomor kelas sama, lihat abjad nama pengarang
3. Jika nomor kelas dan abjad nama pengarang sama, maka lihat abjad judul
4. Nomor penyimpanan tanpa pengarang harus lebih dulu daripada dengan nama pengarang
Contoh:
342.61 MUN k
342.61 MYN k
342.9 n
342.9 ADH m

Hal tersebut dapat dilakukan untuk menciptakan sebuah perpustakaan pribadi secara sederhana dan menyenangkan. Selamat mencoba! (SN)

  Jika membutuhkan buku panduan klasifikasi, anda dapat menggunakan buku PENGANTAR KLASIFIKASI PERSEPULUHAN DEWEY

Sangat cocok untuk dipakai pada perpustakaan yang koleksinya bersifat umum dan jumlah koleksi bukunya tidak terlalu besar. Buku ini adalah adaptasi dari buku Klasifikasi Persepuluhan Dewey, dan didasarkan pada edisi lengkap Dewey Decimal Classification yang mutakhir, yang disusun kembali sesuai dengan kebutuhan nyata perpustakaan di Indonesia.

Harga Rp. 35.000,- (belum termasuk ongkos kirim)

Pernah melihat film yang dibintangi Demi Moore ini ? Akan lebih lengkap kalau anda membaca novelnya. Ditulis oleh Carl Hiaasen dengan bahasa yang cukup kocak, membuat tidak berat membacanya.

Untuk harga normal Rp. 52.000,-

anda cukup membayar Rp. 28.000,-

belum termasuk ongkos kirim